Minggu, 12 Mei 2013

Memanfaatkan dan Menyiapkan Masa Muda

Pemuda adalah pemimpin masa depan, maka salah satu cara mengetahui masa depan suatu bangsa yaitu dengan melihat pemudanya. Sesungguhnya pemuda yang mengisi dan menggunakan masa mudanya dengan baiklah yang akan menuai hasilnya, yang akan menuliskan namanya dengan tinta emas dalam catatan sejarah. Sedang yang menyanyiakannya akan menyesal kelak. Bukakankah orang memanen sukses hari ini adalah yang memanfaatkan masa mudanya diwaktu yang lalu?


Faktanya, pemuda hari ini dilalaikan dengan berbagai kegiatan sia-sia dan maksiat, diterkam oleh musuh tanpa disadarinya, melalui media, olahraga, nyanyian, berhala-berhala modern dan permainan kecuali siapa yang dijaga Allah. Maka bagaimana mau memimpin dunia jika masa mudanya yang berharga dibuang percuma?
Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

Siklus Hidup Manusia


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS Ar Ruum : 54)
Dari ayat diatas siklus hidup manusia dibagi menjadi 3 yaitu lemah (masa kanak-kanak), kuat (masa muda) dan kembali lemah dan beruban (masa tua). Masa kanak-kanak dimulai dari lahir sampai 16 tahun, masa muda dari 17 tahun sampai 40 tahun, sedang masa tua adalah setelah 40 tahun.

Dimasa kuat(muda)lah 3 kekuatan berkumpul, yaitu kekuatan fisik, kekuatan pikiran dan kekuatan jiwa/hati/iman. Maka hendaknya seorang pemuda adalah yang mempunyai fisik kuat, pikiran yang jernih dengan ilmu dan wawasan luas, serta keyakinan jiwa (iman) yang mantab dalam hatinya. Jika 3 kekuatan ini terkumpul dalam diri seorang pemuda, dia akan menjadi pemimpin yang amanah, yang menjaga hak dan hati rakyatnya, menegakkan keadilan dengan tegas dan bijaksana tanpa peduli siapa yang melakukan pelanggaran, menjadi tahu mana yang haq dan mana yang batil, mana jalan ke surga, mana jalan ke neraka, tidak dapat diperdaya oleh musuh atau terpengaruh oleh sekitarnya.

Tentunya 3 kekuatan diatas tidak didapatkan begitu saja, melainkan dengan mengasah dan melatihnya sesuai dengan perintah Allah dalam firmanNya.


وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS Al Anfaal : 60).

Efektivitas Hidup
Dalam kehidupan, kita tak bisa berlepas dari 2 hal yaitu waktu dan tempat. Waktu adalah umur kita. Dalam lomba lari, pemenangnya tentu yang paling cepat larinya, paling kuat staminanya. Seperti itu juga kita, semakin besar 3 kekuatan di atas tadi, semakin sedikit pula waktu yang diperlukan untuk melakukan amal kebaikan. Semakin cepat kita bergerak, semakin banyak amal yang kita torehkan. Berdakwah dari tempat satu ke tempat lain. Seperti itulah nilai tertinggi suatu kehidupan.

Jika Masa itu Telah Terlewat
Setelah masa kuat(masa muda), sampai lah masa lemah yang kedua. Dalam ayat tersebut ada kata “beruban”, maka rambut yang telah putih tak akan kembali menjadi hitam, masa itu tak akan terulang. Jika telah kehilangannya, yang dapat lakukan adalah menyiapkan dan mengubah generasi yang akan memanfaatkan masa itu, jangan sampai mengikuti jejak pendahulunya yang menyanyiakannya.
Maka marilah kita manfaatkan masa kuat kita, kita asah dan persiapkan kekuatan kita. Sampai waktunya tiba, kita menjadi pemuda yang istimewa. Karena rambut yang putih tak akan kembali menjadi hitam.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner