Adzan isya' selesai aku kukumandangkan, dilanjut sejenak baca doa. Saat hendak shalat qabliyah, seseorang dari belakang menarikku. Diminta tanganku dan diletakkan sesuatu diatasnya. Langsung saja dia pergi ke samping segera, meninggalkanku sambil tersenyum. Tak sepatah katapun terucap darinya. Kulihat sesuatu ditanganku, sebuah peci hitam.
Tak ada yang istimewa dari peci itu. Bukan peci mahal, atau peci ajaib yang bisa membuat pintar, atau yang bisa menyembuhkan sakit kepala jika dipakai. Bukan... Yang istimewa adalah yang memberikannya. Namanya Muhammad Ishaq seumuran denganku, salahsatu jamaah tabligh dari Jambi yang singgah di masjid kami. Baru 3 hari yang lalu aku mengenalnya.
Beberapa hari yang lalu aku dan temanku diundang oleh teman sekelas kami, Wahyu namanya, untuk menghadiri walimahan kakaknya. Selesai dipersilahkan makan disana dan tiba waktunya kami tuk pulang, dia memberikan sesuatu kepada kami, terbungkus kertas putih. Mampir dimasjid untuk menunaikan shalat ashar masih dalam perjalan pulang, kami buka bungkusan itu. Aku mendapat sebuah buku tentang muamalah jualbeli, sedang temanku mendapat buku catatan. Masing-masing terselip surat permohonan maaf dan terimakasih untuk selama ini. Kebetulan tahun ini adalah tahun terakhir kami duduk dibangku SMK.
Bagiku itu memang istimewa karena ilmunya, namun yang lebih istimewa bagiku adalah surat yang terselip itu karena saat kubaca yang isinya adalah permohonan maaf, malah diri sendirilah yang teringat akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Seperti air tuba dibalas air susu, hehehe... sengaja dibalik memang.
Ya... keduanya sama-sama membuat luluh dan terharu. Benar saja kata Rasulullah SAW,
"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. al-Bukhari, al-Adab al-Mufrid).
Tulisan ini merupakan bentuk terimakasih dan rasa gembira untuk teman-temanku. Juga ucapan maaf atas kesalahanku kepada kalian. Bahwa semua hadiah kalian berupa pemberian, sikap yang baik kepadaku, senyum, salam, sapa dan segala kebaikan kalian merupakan nasehat bagiku, dan pengingat bagiku akan kesalahanku kepada kalian.
Sampai jumpa kawan... Semoga dapat berkumpul kembali dalam keadaan yang lebih baik lagi... Suatu saat nanti...
muhammad taufik / 6 Mei 2013
muhammad taufik / 6 Mei 2013
