Pagi ini, masih membekas semangat menulis setelah sehari
sebelumnya mengikuti training “Yuk Jadi Penulis” di SMAN 6 Semarang yg diisi
oleh ust.Burhan Shadiq. Sejenak berpikir mengingat pelajaran apa yang telah
didapat, maka saya tulis tulisan ini. Salahsatu kisah menarik yg diceritakan
pada training tersebut.
Suatu ketika dihari yang panas, seorang penulis sedang
mengendarai mobilnya melewati perempatan lampu merah. Tiba – tiba terlihat
polisi datang dari belakang menyalib mobil tersebut dan menyuruh pengemudinya
untuk berhenti. Merasa tidak melakukan apapun, pengemudi menghentikan mobilnya.
Percakapan antara pengemudi yang adalah penulis dengan polisi pun terjadi.
Polisi
|
:
|
“Selamat pagi, Pak! Tahukah bapak telah melakukan kesalahan apa? …”
Sambil memberikan hormat dengan tangannya.
|
Penulis
|
:
|
“Maaf… Saya tidak tahu pak.” Kata penulis dengan wajah polos.
|
Polisi
|
:
|
“Bapak telah menerobos lampu merah, karena itu bapak saya tilang.
Silahkan keluarkan SIM dan STNK bapak lalu ikut saya ke pos polisi yang ada
disana.” Sambil mengarahkan tangannya ke tempat yang dimaksud.
|
Penulis
|
:
|
“Baik saya akan mematuhi perkataan bapak, tapi minta foto dulu ya
Pak!” Sambil mengambil hp dikantongnya lalu dengan cepat dan sergap
mengarahkan kamera hp-nya ke wajah dan tanda pengenal sang polisi.
|
Polisi
|
:
|
“Loh… Kenapa difoto segala Pak?” Dengan ekspresi marah dan mata
melotot.
|
Penulis
|
:
|
“Oh gini lho Pak… Saya ini kan seorang penulis, saya banyak menulis
di koran, majalah. Beberapa buku saya juga sudah diterbitkan. Dari tukang
becak sampek walikota semua membaca tulisan saya. Fanpage FB saya 5000 lebih, follower twitter saya sudah ribuan. Nah… nanti foto bapak
itu rencana mau saya pajang disitu. Diberi keterangan tempat, waktu dan
kronologisnya bapak menilang saya itu bagaimana. Baik ini SIM dan STNK saya
Pak. Mari kita segera selesaikan karena saya juga ada urusan.” Kata penulis
dengan senyum mengancam sambil memberikan SIM dan STNK nya ke polisi.
|
Polisi
|
:
|
Sejenak berpikir. Kemudian dengan tampang pura-pura lupa, sambil
mengedipkan mata kanannya berkata kepada penulis, “Maaf pak… masalah apa ya?
Saya kan cuma mau periksa kelengkapan bapak. Ternyata sudah lengkap kok. Jadi
foto saya jangan diupload di dunia maya ya Pak… Silahkan bapak jalan terus
saja.” Dengan senyum yang dipaksakan, polisi mengembalikan SIM dan STNK
penulis.
|
Penulis
|
:
|
“Wah… Terimakasih kalau begitu Pak… Saya jalan dulu ya… Selamat
siang…” Dengan tampang kemenangan dan tersenyum puas, menutup kaca
jendelanya.
|
Polisi
|
:
|
“Iya… Selamat siang…” Sekali lagi memberikan hormat dengan tangannya.
Terlihat tampang kekalahan pada polisi tersebut.
|
Hehe... just kidding sob... Penulis satu, polisi nol.
