Kamis, 21 Februari 2013

Penulis vs Polisi

Pagi ini, masih membekas semangat menulis setelah sehari sebelumnya mengikuti training “Yuk Jadi Penulis” di SMAN 6 Semarang yg diisi oleh ust.Burhan Shadiq. Sejenak berpikir mengingat pelajaran apa yang telah didapat, maka saya tulis tulisan ini. Salahsatu kisah menarik yg diceritakan pada training tersebut.

Suatu ketika dihari yang panas, seorang penulis sedang mengendarai mobilnya melewati perempatan lampu merah. Tiba – tiba terlihat polisi datang dari belakang menyalib mobil tersebut dan menyuruh pengemudinya untuk berhenti. Merasa tidak melakukan apapun, pengemudi menghentikan mobilnya. Percakapan antara pengemudi yang adalah penulis dengan polisi pun terjadi.
Polisi
:
“Selamat pagi, Pak! Tahukah bapak telah melakukan kesalahan apa? …” Sambil memberikan hormat dengan tangannya.
Penulis
:
“Maaf… Saya tidak tahu pak.” Kata penulis dengan wajah polos.
Polisi
:
“Bapak telah menerobos lampu merah, karena itu bapak saya tilang. Silahkan keluarkan SIM dan STNK bapak lalu ikut saya ke pos polisi yang ada disana.” Sambil mengarahkan tangannya ke tempat yang dimaksud.
Penulis
:
“Baik saya akan mematuhi perkataan bapak, tapi minta foto dulu ya Pak!” Sambil mengambil hp dikantongnya lalu dengan cepat dan sergap mengarahkan kamera hp-nya ke wajah dan tanda pengenal sang polisi.
Polisi
:
“Loh… Kenapa difoto segala Pak?” Dengan ekspresi marah dan mata melotot.
Penulis
:
“Oh gini lho Pak… Saya ini kan seorang penulis, saya banyak menulis di koran, majalah. Beberapa buku saya juga sudah diterbitkan. Dari tukang becak sampek walikota semua membaca tulisan saya. Fanpage FB saya 5000 lebih, follower twitter saya sudah ribuan. Nah… nanti foto bapak itu rencana mau saya pajang disitu. Diberi keterangan tempat, waktu dan kronologisnya bapak menilang saya itu bagaimana. Baik ini SIM dan STNK saya Pak. Mari kita segera selesaikan karena saya juga ada urusan.” Kata penulis dengan senyum mengancam sambil memberikan SIM dan STNK nya ke polisi.
Polisi
:
Sejenak berpikir. Kemudian dengan tampang pura-pura lupa, sambil mengedipkan mata kanannya berkata kepada penulis, “Maaf pak… masalah apa ya? Saya kan cuma mau periksa kelengkapan bapak. Ternyata sudah lengkap kok. Jadi foto saya jangan diupload di dunia maya ya Pak… Silahkan bapak jalan terus saja.” Dengan senyum yang dipaksakan, polisi mengembalikan SIM dan STNK penulis.
Penulis
:
“Wah… Terimakasih kalau begitu Pak… Saya jalan dulu ya… Selamat siang…” Dengan tampang kemenangan dan tersenyum puas, menutup kaca jendelanya.
Polisi
:
“Iya… Selamat siang…” Sekali lagi memberikan hormat dengan tangannya. Terlihat tampang kekalahan pada polisi tersebut.

Hehe... just kidding sob... Penulis satu, polisi nol.


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner