Senin, 14 Januari 2013

Merenungi Mukadimah



ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره
 ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا,
 من يهدالله فلا مضل له, ومن يضلل فلاهادي له.

Mukadimah diatas sering kita temui atau bahkan mungkin biasa kita ucapkan dalam membuka suatu majelis. Namun apakah kita sudah tahu dan merenungi maknanya? Sudahkah kita merenunginya setiap kali kita ucapkan ataukah mungkin hanya sekedar hafalan saja? Tulisan ini akan membahas tentang makna yang terkandung dalam mukadimah tersebut.
ان الحمد لله
Sesungguhnya segala puji milik Allah.
Semua pujian hanya milik Allah, hanya kepada Allah dan hanya Allah lah yang berhak kita puji. Karena itulah dalam suatu hadist Rasulullah memperbolehkan melemparkan pasir kepada orang yang memuji secara berlebihan kepada sesamanya.

Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu 'alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji. (HR. Muslim no. 3002)

Karena pujian tertinggi hanyalah kepada Allah semata. Namun memuji manusiapun tidak terlarang bahkan dianjurkan selama tidak berlebihan dan melampaui batas. Misal pujian ayah kepada anaknya yang masih kecil karena telah melakukan hal yang baik. Hal ini memang tidak main-main, untuk menjaga hati dari riya’ (membanggakan diri/sombong) yang dapat merusak amal. 

Apa yang mau dibanggakan dari seorang hamba? Sedang milik Allah lah apa yang ada di langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya. Yang ditanganNya lah nanti bumi dan langit digenggam pada hari kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian berfirman : "Akulah Raja, dimanakah raja-raja bumi ?" (HR. Bukhari)

نحمده ونستعينه ونستغفره
Kami memujiNya dan kami meminta pertolongan kepadaNya dan kami memohon ampun kepadaNya.
Kepada Allah semua pujian tertuju, hanya kepada Allah lah kita meminta pertolongan karena semua kekuatan dan kekuasaan adalah milikNya. Mari kita renungi hadist dibawah ini.

Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas ra. berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi saw. lalu beliau bersabda, "Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah, niscaya Dia akan senantiasa bersama mu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis Allah bagi mu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis Allah bagimu. Pena telah diangkat, dan catatan-catatan itu telah mengering. (HR Tirmidzi)

Semua rezeki yang sampai kepada kita adalah dari Allah. Sedang Allah adalah pemilik rezeki, maka jangan kita takut kepada manusia dan takutlah kepada Allah semata. Selanjutnya kita memohon ampun kepada Allah atas dosa yang kita lakukan, baik sengaja ataupun tidak, yang kita ketahui dan yg tidak kita ketahui.

ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا,
Dan kami berlindung dengan Allah dari kejahatan diri kami dan dari kejelekan amal kami.
Maksud kejahatan diri kami adalah keinginan/hawa nafsu yang mengarah kepada kemaksiatan. Dan maksud berlindung dari kejelekan amal kami adalah dari rusaknya amal karena hal-hal yang merusaknya seperti riya’ dalam beribadah, tidak khusyuk dalam sholat, melakukan amalan yang tidak ada tuntunannya dan semacamnya. 

Sehingga pahala amal berkurang, tidak bernilai sama sekali bahkan malah rusak sehingga bernilai dosa.
من يهدالله فلا مضل له, ومن يضلل فلاهادي له.
Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang mampu menyesatkanNya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.
Abu Thalib adalah paman nabi yang dekat dengan nabi dan sangat berjasa bagi Nabi SAW, walaupun begitu dia meninggal tanpa mengucapkan syahadat dan dalam keadaan kafir. Kan’an adalah anak Nabi Nuh namun dia ikut ditenggelamkan dalam banjir besar karena keingkarannya. Umar bin Khattab sang singa mekah adalah orang yang kuat, yang ditakuti diseluruh mekah, pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya karena tidak mau menanggung aib. Setelah hidayah islam menyentuh hatinya dia korbankan apa yang dimilikinya untuk islam dan menjadi khilafah kedua pengganti Abu Bakar. Mush’ab bin Umair sebelum tersentuh islam adalah pemuda kaya, tampan, wangi, bagus pakaiannya yang semua wanita tergila-gila padanya. Dia adalah dai pertama di madinah sebelum hijrahnya Rasul. Mengetuk hati setiap orang untuk diajak kepada islam. Saat kematiannya dalam perang uhud, kedua tangannya putus dan dadanya tertusuk tombak karena menjadikan dirinya sebagai tameng untuk melindungi Rasulullah. Jenazahnya hanya ditutup oleh satu kain yang jika ditarik keatas maka bagian bawahnya kelihatan dan jika ditarik kebawah bagian atasnya kelihatan.

Seperti itulah hidayah Allah. Siapa orang yang sudah dikehendakinya menapaki jalan islam maka akan dikuatkannya dan tak akan ada yang dapat menghalanginya. Karena itu marilah kita senantiasa melangkahkan kaki kita untuk mendatangi majelis ilmu, sebagai usaha kita mendapatkan hidayah Allah. Karena islam dan iman adalah karunia terbesar dibanding kekayaan.

Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” (HR. Muslim)

<photo id="1" />
NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
 

Delivered by FeedBurner