Minggu, 01 Februari 2015

Subnetting So Easy

Subneting adalah membagi menjadi suatu netwok menjadi subnetwork yang lebih kecil. Inilah yang disebut subnet. Salah satu aspek dalam suatu design jaringan yang baik adalah pengoptimalan alamat ip.
Subneting meminimalisir alamat ip yang tidak terpakai atau terbuang. Subneting juga mempermudah dalam pengelolaan dan kinerja jaringan. Jika subneting dianalogikan dalam kehidupan nyata, maka akan seperti gambar dibawah. Dengan pengaturan subneting, maka akan terbentuk seperti gang-gang kecil ke komplek masing-masing sehingga mudah dalam membedakan jaringan dan pengiriman data ke tujuan.

Tanpa Subneting

Dengan Subneting

Subneting adalah hal yang wajib dikuasai oleh seorang network engineer. Klo dulu waktu ulangan subnet masih iseng-iseng pake subnet calculator online. Hehehe… Sekarang harus bener-bener paham. Untuk memahami subneting ini, terlebih dahulu mengerti tentang bilangan decimal dan biner (nol atau satu).
Dalam subneting, ada beberapa hal yang  paling sering dicari. Misal ada soal subneting dengan IP 192.168.2.172/26

Subnet Mask
Misal ada ip 192.168.2.172/26 maka subnetmask atau netmask nya adalah /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000. Prefix /26 mengindikasikan biner 1 (Net ID) berjumlah 26 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 6.
Dari 11111111.11111111.11111111.11000000 ini ketika didesimalkan maka didapat subnet mask dari  adalah 255.255.255.192. Cara lain adalah dengan rumus 256 - Total IP, didapat 256-64=192 sehingga didapat 255.255.255.192.

Total IP
Total IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal, didapat Host ID ada 6bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-26 sisa 6. Sehingga maksimal IP didapat 2^6=64.
Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID

Jumlah Subnet
Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /26 adalah 26 maka Subnet ID nya 2. Loh kok bisa? Karena Net ID 26 dikurangi 24 karena kelas C jadi 2. Intinya klo kelas C dikurangi 24, kelas B dikurangi 16, kelas A dikurangi 8. InshaAlloh akan lebih paham dalam pembahasan soal selanjutnya sob. Didapat banyak subnetnya adalah 2^2=4 subnet.
Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID

Menentukan IP Network dan Broadcast
Karena soalnya IP 192.168.2.172, maka gak mungkin termasuk subnet/network pertama karena 72>64. Jadi IP tersebut masuk ke  subnet ke berapa ya? Kita hitung aja kelipatan 64. IP Network pasti paling awal dan broadcast paling akhir. Gampangnya ip network setelahnya dikurang 1 itulah broadcast.

IP Network
Broadcast
1
192.168.2.0
192.168.2.63
2
192.168.2.64
192.168.2.127
3
192.168.2.128
192.168.2.191
4
192.168.2.192
192.168.2.255

Jadi IP 192.168.2.172 masuk dalam subnet ke 3 dengan ip network 192.168.2.128 dan broadcastnya 192.168.2.191.

Maksimal Host
Dan ini adalah yang paling gampang, yaitu menghitung maksimal ip yang dapat dipakai host. Rumusnya adalah total ip dikurangi 2 karena dipakai untuk network id dan broadcast. Jadi maksimal host tiap subnet adalah 64-2=62.

Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.


Ok demikian pembahasan subneting. Untuk contoh soal silahkan klik link ini. Semoga bermanfaat.


Referensi: http://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/routing-information-protocol-rip/13788-3.html
Gambar: http://wawansmea.blogspot.com/2012/02/konsep-subneting-pada-jaringan.html
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner