Subneting adalah membagi menjadi suatu netwok menjadi subnetwork yang lebih kecil. Inilah yang disebut subnet. Salah satu aspek dalam suatu design jaringan yang baik adalah pengoptimalan alamat ip.
Subneting meminimalisir alamat ip yang tidak terpakai atau terbuang. Subneting juga mempermudah dalam pengelolaan dan kinerja jaringan. Jika subneting dianalogikan dalam kehidupan nyata, maka akan seperti gambar dibawah. Dengan pengaturan subneting, maka akan terbentuk seperti gang-gang kecil ke komplek masing-masing sehingga mudah dalam membedakan jaringan dan pengiriman data ke tujuan.
Gambar: http://wawansmea.blogspot.com/2012/02/konsep-subneting-pada-jaringan.html
Subneting meminimalisir alamat ip yang tidak terpakai atau terbuang. Subneting juga mempermudah dalam pengelolaan dan kinerja jaringan. Jika subneting dianalogikan dalam kehidupan nyata, maka akan seperti gambar dibawah. Dengan pengaturan subneting, maka akan terbentuk seperti gang-gang kecil ke komplek masing-masing sehingga mudah dalam membedakan jaringan dan pengiriman data ke tujuan.
Tanpa Subneting
Dengan Subneting
Subneting adalah hal yang wajib dikuasai oleh seorang
network engineer. Klo dulu waktu ulangan subnet masih iseng-iseng pake subnet
calculator online. Hehehe… Sekarang harus bener-bener paham. Untuk memahami
subneting ini, terlebih dahulu mengerti tentang bilangan decimal dan biner (nol
atau satu).
Dalam subneting, ada beberapa hal yang paling sering dicari. Misal ada soal subneting
dengan IP 192.168.2.172/26
Subnet Mask
Misal ada ip 192.168.2.172/26 maka subnetmask atau netmask nya
adalah /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000. Prefix /26 mengindikasikan
biner 1 (Net ID) berjumlah 26 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 6.
Dari 11111111.11111111.11111111.11000000 ini ketika
didesimalkan maka didapat subnet mask dari
adalah 255.255.255.192. Cara lain adalah dengan rumus 256 - Total IP, didapat 256-64=192 sehingga didapat 255.255.255.192.
Total IP
Total IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal,
didapat Host ID ada 6bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-26 sisa 6. Sehingga
maksimal IP didapat 2^6=64.
Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID
Jumlah Subnet
Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /26
adalah 26 maka Subnet ID nya 2. Loh kok bisa? Karena Net ID 26 dikurangi 24
karena kelas C jadi 2. Intinya klo kelas C dikurangi 24, kelas B dikurangi 16,
kelas A dikurangi 8. InshaAlloh akan lebih paham dalam pembahasan soal
selanjutnya sob. Didapat banyak subnetnya adalah 2^2=4 subnet.
Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID
Menentukan IP Network dan Broadcast
Karena soalnya IP 192.168.2.172, maka gak mungkin termasuk subnet/network
pertama karena 72>64. Jadi IP tersebut masuk ke subnet ke berapa ya? Kita hitung aja kelipatan
64. IP Network pasti paling awal dan broadcast paling akhir. Gampangnya ip
network setelahnya dikurang 1 itulah broadcast.
IP Network
|
Broadcast
|
|
1
|
192.168.2.0
|
192.168.2.63
|
2
|
192.168.2.64
|
192.168.2.127
|
3
|
192.168.2.128
|
192.168.2.191
|
4
|
192.168.2.192
|
192.168.2.255
|
Jadi IP 192.168.2.172 masuk dalam subnet ke 3 dengan ip
network 192.168.2.128 dan broadcastnya 192.168.2.191.
Maksimal Host
Dan ini adalah yang paling gampang, yaitu menghitung
maksimal ip yang dapat dipakai host. Rumusnya adalah total ip dikurangi 2
karena dipakai untuk network id dan broadcast. Jadi maksimal host tiap subnet
adalah 64-2=62.
Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.
Ok demikian pembahasan subneting. Untuk contoh soal silahkan klik link ini. Semoga bermanfaat.
Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.
Ok demikian pembahasan subneting. Untuk contoh soal silahkan klik link ini. Semoga bermanfaat.
Referensi: http://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/routing-information-protocol-rip/13788-3.html


